Dalam beberapa kali terbitan di harian ini, penulis ingin menyampaikan informasi tentang pekerjaan Tune Up Mesin untuk mesin yang digunakan pada Toyota Kijang, yaitu mesin seri K, khususnya 5K. Penjelasan tentang cara kerja yang berurutan dan disertai gambar, akan mempermudah pemilik mobil, merawat dan memperbaiki mobil.
Sebelumnya memulai pekerjaan Tune Up Mesin atau pekerjaan reparasi lainnya, sangatlah penting untuk memperhatikan petunjuk-petunjuk sebagai berikut:
Pakailah kain atau plastic tutup-pengaman: fender, tempat duduk dan lantai, agar kendaraan terhindar dari kotoran maupun kerusakan lainnya. Selama pekerjaan bongkar pasang dilaksanakan, hendaknya bagian kendaraan yang dibongkar diatur dengan rapi dan berurutan sehingga mempermudah waktu pemasangan kembali.
Sebelum melakukan pekerjaan kelistrikan, kabel dari terminal battery (aki) harus dilepaskan.
Pen, gasket, dan ring O harus selalu diganti dengan yang baru . Pada waktu melakukan perakitan, gunakan perapat (sealer) pada gasket untuk menghindari kebocoran.

Perhatikan spensifikasi momen pengencangan baut, dan gunakan selalu kunci momen.
Setiap penggantian suku cadang, hendaknya selalu menggunakan suku cadang yang asli.
Setiap penggantian suku cadang, hendaknya selalu menggunakan suku cadang yang asli.
Tidak mengganti sekering dengan sekering yang amperenya lebih besar, karena hal ini dapat mengakibatkan kebakaran pada kabel-kabel instalasi mobil.
Jika kendaraan diangkat (dongkrak), gunakan penunjang tetap. Jangan mengerjakan sesuatu di bawah kendaraan tanpa penyangga tetap karena bahaya tertindih mobil.
Hindari cara membuka sesuatu dengan palu dan pahat karena hal ini akan merusak permukaan mur-baut dan bagian-bagian lain. Gunakan selalu kunci yang cocok dan peralatan khusus yang telah disediakan oleh pembuat kendaraan. Pekerjaan Tune Up Mesin dapat dimulai dengan memperhatikan:
System Air Pendinginan
Melihat tinggi permukaan air atau cukup tidaknya air dalam radiator tidak perlu dengan membuka tutup radiator, cukup dengan memeriksa permukaan air pada tangki cadangan (reservoir tank).
Apabila dalam 2 atau 3 hari, air pada tangki cadangan ini selalu habis, maka segera mengadakan penelitian yang cermat. Mungkin ada bagian yang bocor, akibat kerusakan sealer atau pecahnya selang radiator atau pompa air bocor. Segeralah mengadaan perbaikan.
Periksa Air Pendingin.


Memeriksa kebocoran pada system pendinginan. Dengan menggunakan alat test tutup radiator, dapat diketahui bocor tidaknya system pendinginan. Kerusakan-kerusakan pada radiator, berupa lepasnya timah penyambung atau lubangnya pipa radiator. Bagian ini akan
memperlihatkan tetesan air. Slang radiator yang tidak terpasang dengan baik akibat kendornya klem atau water pump yang rusak dapat menyebabkan kebocoran pada system pendinginan. Temperatur mesin yang sekonyong-konyong naik terlalu tinggi, dapat disebabkan oleh penyumbat (water plug) yang pecah, atau thermostat rusak.

Tutup radiator yang rusak karet sealer atau per klep, akan menyebabkan air dalam radiator cepat habis, yang pada saatnya akan merusak mesin akibat terlampau panas. Hati-hati membelitutup radiator yang palsu. (Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar